MADU

Mengenal jenis-jenis lebah penghasil madu

HUKUM PERCERAIAN DALAM ISLAM


Dalam hubungan berumah tangga, pastilah kita mengharapkan hubungan yang harmonis, langgeng, bahagia dan terus bersama hingga maut memisahkan. Masalah dalam kehidupan keluarga memang pasti ada. Akan tetapi, sebagai pasangan suami istri yang sudah berkomitmen di hadapan Allah harus berusaha untuk menyelesaikan segala permasalahan dan konflik rumah tangga bersama-sama. Sayangnya, dewasa ini semakin banyak pasangan suami istri yang merasa bahwa permasalahan yang mereka hadapi tidak akan terselesaikan kecuali dengan bercerai.


Perceraian adalah pemutusan hubungan suami istri dari hubungan pernikahan yang sah, menurut aturan agama Islam dan negara. Perceraian sering kali dianggap sebagai cara terakhir yang bisa diambil oleh pasangan suami istri untuk menyelesaikan masalah yang terjadi. Padahal tidak menutup kemungkinan jika keputusan mereka untuk bercerai membawa masalah berikutnya, terutama yang berkaitan dengan hak asuh anak. Oleh karena itu, sebaiknya kita berusaha sebisa mungkin untuk mencegah terjadinya perceraian ini.

Perceraian menurut Al Qur’an

Agama Islam telah mengatur segala sesuatu dalam al Quran. Tidak hanya aturan dalam beribadah, seperti sholat, zakat, puasa, dan lain-lain, Islam juga memberi aturan pada manusia dalam kehidupannya bersosialisasi dan berinteraksi. Bahkan, al Quran juga mengatur semua adab dan aturan dalam berumah tangga, termasuk bagaimana jika ada masalah yang tidak dapat terselesaikan dalam rumah tangga tersebut.


Bercerai adalah suatu hal yang boleh dilakukan, akan tetapi Alloh membenci hal tersebut. Artinya, bercerai adalah pilihan yang terakhir bagi pasangan suami istri ketika memang tidak ada lagi jalan keluar lainnya. Dalam surat al Baqarah ayat 227 disebutkan,
“Dan jika mereka berketetapan hati untuk menceraikan, maka sungguh, Allah Maha Mendengar, Maha Mengetahui.” Ayat tentang hukum perceraian ini berlanjut hingga ayat 232.


Dalam ayat-ayat surat al Baqarah di atas, diterangkan aturan-aturan mengenai hukum- hukum seperti talak, dan masa iddah bagi istri, hingga aturan bagi wanita yang sedang dalam masa iddahnya. Dari sini kita bisa mengetahui bahwa agama Islam secara lengkap memberi aturan tentang hukum perceraian. Tentu saja aturan-aturan ini sangat memperhatikan kemaslahatankedua belah pihak, baik pihak suami maupun pihak istri dan mencegah adanya kerugian di salah satu pihak.


Tidak hanya di surat al Baqarah, di surat ath-Thalaq ayat 1-7 juga dibahas aturan-aturan dan hukum dalam berumah tangga. Di situ disebutkan tentang kewajiban suami kepada istri hingga bagaimana aturan ketika seorang istri berada dalam masa iddah. Dari beberapa ayat yang telah kita bahas, maka dapat kita ketahui bahwa dalam Islam perceraian itu tidak dilarang, namun harus mengikuti aturan-aturan tertentu yang berlaku.

  • Silahkan masukan huruf yang tertulis pada gambar di atas dengan benar.

    Isi tulisan akan diterbitkan dan hanya pemilik blog yang dapat menghapusnya.

    削除
    HUKUM PERCERAIAN DALAM ISLAM
      Komentar(0)